Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

22/02/13

Sinopsis Novel Belenggu


Kebetulan ada tugas dari sekolah , ya ini disuruh baca novel ini. kesulitan baca novel ini mungkin dibahasanya kali._. yah terus terang gue jarang baca novel-_-. but selesai akhirnya. dan disuruh juga nyari unsur instrinsik , ekstrinsik , sama sinopsis nya . This is >>>>


Unsur Intrinsik Novel Belenggu:
 # Tema
Novel ini berisi tentang kisah manusia biasa. Lebih dominan menceritakan cinta segitiga antara Sukartono, Sumartini dan Rohayah. Tema yang terdapat dalam novel “Belenggu Karya Arminj Pane” Kritik Sosial Dan Politik tentang problematika Cinta segita.
#Alur
Alurnya campuran. Sebegai contoh pada saaat Kartono berada dikamar Rohayah, di situ Kartono mencoba mengingat kembali masa-masa dia bersama Yah waktu dulu. Dan setelah itu Kartono dan Yah semakin dekat, Kartono sering mengunjungi Yah. Alur dalam Novel Belenggu termasuk alur maju.
a.         Tahap Perkenalan
Tahap perkenalan dimulai dengan pengenalan tokoh-tokohnya. Dokter Sukartono, seorang dokter yang sangat mencintai pekerjaannya sebagai dokter yang professional karena giat dalam bekerja dan ramah kepada pasien-pasiennya. Dia menikah dengan seorang gadis cantik bernama (Sumartini).Tetapi rumah tangganya tidak harmonis karena sering beradu mulut.Dokter Sukartono sibuk dengan pekerjaannya, sementara Sumartini hanya menjaga telpon dan menulis blocnote jika ada pasien yang meminta pertolongan suaminya.Diperkenalkan pula Rohayah seorang wanita korban kawin paksa dan dia menjadi wanita panggilan. (Belenggu, 2006:17-18)
b.         Tahap Perumitan/Awal Masalah
Dimulai saat Rohayah berpura-pura sakit. Pada awalnya Rohayah terkenal dengan sebutan Ny. Eni, karena ingin bertemu dengan Tono, dia berpura-pura sakit dan meminta Dr. Sukartono untuk memeriksanya.Saat itu dia tinggal disebuah hotel.                                                                    Rohayah dan Sukartono semakin akrab, sehingga timbuhlah perasaan cinta pada diri Sukartono.Rohayah sebenarnya sudah lama mengenal Sukartono, karena Sukartono adalah tetangganya waktu masih tinggal di Bandung dulu.Akhirnya, Yah memberitahukan hal itu.Hubungan mereka semakin dekat, Tono sering mengajak Rohayah jalan-jalan.Pada waktu itu pula hubungan Tono dan Tini mulai renggang. Tono jarang dirumah, Tini tak mengerti mengapa suaminya berubah secepat itu.(Belenggu, 2006:18-78)
c.         Tahap Klimaks
Tahap ini dimulai ketika Tono semakin yakin Rohayah bisa memberikan kasih sayang yang sesungguhnya dan selama ini belum didapatkannya dari isterinya.Tono merasa tidak tentram berada dirumahnya, dia lebih merasa nyaman dirumah Yah dan dia menganggap Rumah Yah sebagai rumah keduanya.Hubungan gelap ini diketahui Tini.Sumartini merasa sangat marah mengetahui hubungan mereka.Sumartini pun berangkat mencari kediaman Rohayah bermaksud memaki Rohayah dan meluapkan semua kekesalannya. (Belenggu, 2006:130)
d.         Tahap Peleraian
Peleraian dimulai ketika Tini sudah bertatap muka langsung dengan Rohayah. Dia merasa sudah gagal menjadi seorang isteri.(Belenggu, 2006:133-136)
e.         Tahap Penyelesaian
Tahap akhirnya ketika Sumartini merasa mantap untuk berpisah dengan Sukartono.Pada awalnya Sukartono tidak mau mengabulkannya, karena apapun yang terjadi Tono tidak mau ada perceraian dalam rumah tangganya.Namun Tini tetap bersikeras.Akhirnya nereka sepakat untuk bercerai.                                                                                                                                          Hati Sumartono sangat sakit karena perceraian tersebut.Hatinya semakin sakit setelah mengetahu Rohayah juga meninggalkannya. Tono dan Tini berpisah, mereka tidak dapat mempertahankan kehidupan rumah tangga mereka, dan Yah pun pergi ke Kaledonia Baru meninggalkan Tono, orang yang dicintainya itu.(Belenggu, 2006:136-150)

#Penokohan
Tokoh – tokoh yang terdapat dalam novel Belenggu meliputi: Dokter Sukartono (Tono), Sumartini (Tini), dan Siti Rohayah (Yah)
Latar
a.         Latar tempat :
          Dirumah Kartono
          Dihotel
          Dirumah Rohayah
          Di tepi pantai di Priok
          Di Bazaar
          Di gedung Concours
b.         Latar waktu :
          Malam hari
c.         Latar suasana :
          Jengkel
          Sedih
          Marah,

#Sudut pandang
Sudut pandang pada novel Belenggu, si penulis yaitu Armijn Pane tidak menceritakan tentang dirinya, melainkan dia menceritakan orang lain. Bisa kita katakan, penulis berperan sebagai orang ketiga.Pengarang tidak terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung di dalam cerita itu.
a.         Tokoh utama :
          Sukartono : baik, sangat mencintai pekerjaannya, penyayang, sabar, dan penyuka lagu keroncong terutama lagu yang dinyanyikan Siti Hayati.
          Sumartini : wanita modern, mandiri, memiliki ego yang tinggi, dan cepat gusar.
          Rohayah : wanita yang lemah lembut,cerminan isteri idaman Sukartono, dan penuh perhatian.
b.         Tokoh pendukung :
          Karno
          Aminah
          Nyonya Rusdio
          Nyonya Sumarjo
          Husin
          Nyonya Padma
          Mardani
          Marlinah
          Tuan Sumardi
          Kartini
          Darusman
          Tuan Abdul Kahar
          Hartono
          Abdul
          Mangunsucipto

#Amanat
•          Dalam sebuah hubungan percintaan kita dituntut untuk saling menghormati dalam perselisihan dan perang kata, kita harus bisa lebih menahan diri dari pasangan kita.
•          Bagi Isteri hormati dan layanilah Suami dengan tulus dan ikhlas jangan terpaksa dan lebih mengedepankan ego.
•          Tidak pantaslah jika seorang isteri pergi sesuka hati tanpa izin dan sepengetahuan suami.
•          Tolong-menolong dan saling berbagi dengan sesama harus dikedepankan untuk kerukunan bersama.
•          Sikap saling percaya, sabar, dan saling menghargai bisa menjadi pencegah perselingkuhan.
•          Seorang isteri tidak boleh melupakan tugas utamanya dalam keluarga dan selalu sibuk dengan pekerjaan luarnya, begitu juga seorang suami harus selalu mengedepankan kepentingan keluarga di banding kepentingan pekerjaan atau kepentingan lainnya.
•          Seorang perempuan harus bisa menjaga diri dan tidak terbawa arus globalisasi yang semakin pesat.
•          Sebaiknya jangan suka menggunjing apalagi masalah rumah tangga orang lain.
•          Seharusnya dalam kehidupan berumah tangga harus didasari rasa cinta antar pasangan.

#Pesan
•          Moral
Terdapat pesan moral yaitu dalam hubungan suami istri harus Saling merhormati dan menghargai pasangan masing- masing,jngan pernah berhianat terhadap orang yang telah memberikan kasih sayang yang tulus apalgi sudah diikat dengan sebuah perikahan,karena dapat mengakibakan perselisihan,perselingkuhan,kehancuran dalam rumah tangga tersebut.
•          Agama
Seorang perempuan yang telah menikah,itu harus bisa menjadikan suaminya sebagai pemimpin dan imam dalam rumah tangga dan istri diharuskan menjalankan kodratnya sebagai ibu rumah tangga meskipun dia juga bekerja,suami pun harus bisa membawa istrinya kejalan yang benar,tidak harus bekerja terus menerus,dan menegur istri dikala dia berbuat salah,jngan dibiarkan karena itu pun bisa menyebabkan kehancuran,karena di dalam islam allah tidak suka dengan perceraian.
•   Sosial
Pembelajaran tentang kehidupan bermasyarakat dan berumah tangga.karena seseorang hanya menilai dari kecantikan tidak melihat tingkah lakunya itu,karena itu asal mula tidak ada rasa kasih sayang yang seberanya,sehingga akan memicu ketidak harmonisan di dalam rumah tangga tersebut,adanya rasa percaya satu sama lain sehingga tidak ada hal yang di tutupi antara satu sama lain,karena akan membuat masalah besar.karena itu rasa memiliki dan perilaku sosial dengan orang lain itu akan membuat komuniksai antara suami istiri bisa selalu baik dan tak akan ada membuat rumah tangga tersebut hancur.
Suasana
Suasana pada novel ini penuh tekanan, dan kesedihan seperti judulnya “Belenggu”
 “Unsur Ekstrinsik”
a.            Adat            :
Jika suami pulang kerja, hendaknya istri menyambutnya, mempersilakan duduk, menganggalkan sepatunya.
b.           Etika           :
Kartono, seorang dokter yang selalu ramah kepada setiap pasiennya.



Sinopsis Novel belenggu
Dokter Sukartono dengan seorang perempuan berparas ayu, pintar, serta lincah. Perempuan itu bernama Sumartini atau panggilannya Tini. Sebenarnya Dokter Sukartono atau Tono tidak mencintai Sumartini. Demikian pula sebaliknya, Tini juga tidak mencintai Dokter Sukartono.
Mereka berdua menikah dengan alasan masing-masing. Dokter Sukartono menikahi Sumartini karena kecantian, kecerdasan, serta mendampinginya sebagai seorang dokter adalah Sumartini. Sedangkan Sumartini menikahi Dokter Sukartono karena hendak melupakan masa silamnya. Menurutnya dengan menikahi seorang dokter, maka besar kemungkinan bagi dirinya untuk melupakan masa lalunya yang kelam. Jadi, keduanya tidak saling mencintai.
Karena keduanya tidak saling mencintai, mereka tidak pernah akur. Mereka tidak saling berbicara dan saling bertukar pikiran. Masalah yang mereka hadapi tidak pernah dipecahkan bersama-sama sebagaimana layaknya suami istri. Masing-masing memecahkan masalahnya sendiri-sendiri. Itulah sebabnya keluarga mereka tampak hambar dan tidak harmonis. Mereka sering salah paham dan suka bertengakar.
Ketidakharmonisan keluarga mereka semakin menjadi karena Dokter Sukartono sangat mencintai dan bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya. Dia bekerja tanpa kenal waktu. Jam berapa saja ada pasien yang membutuhkannya, dia dengan sigap berusaha membantunya. Akibatnya, dia melupakan kehidupan rumah tangganya sendiri. Dai sering meninggalkannya istrinya sendirian dirumah. Ida betul-betul tidak mempunyai waktu lagi bagi istrinya, Tini.
Dokter Sukartono sangat dicintai oleh pasiennya. Dia tidak hanya suka menolong kapan pun pasien yang membutuhkan pertolongan, tetapi ia juga ridak meminta bayaran kepada pasien yang tak mampu. Itulah sebabnya, dia dikenal sebagi dokter yang sangat dermawan.
Kesibukan Dokter Sukartono yang tak kenal waktu tersebut semakin memicu percekcokan dalam rumah tangga. Menurut Suamrtini, Dokter Sukartono sangat egois. Sumartini merasa telah disepelekan dan merasa bosan karena selalu ditinggalkan suaminya yang selalu sibuk menolong pasien-pasiennya. Dia merasa dirinya telah dilupakan dan merasa bahwa derajatnya sebagai seorang perempuan telah diinjak-injak sebagai seorang istri. Karena suaminya tidak mampu memenuhi hak sebagai seorang istri. Karena suaminya tidak mampu memenuhi hak tersebut, maka Sumartini sering bertengkat. Hampir setiap hari mereka bertengkat. Masing-masing tidak mau mengalah dan merasa paling benar.
Suatu hari Dokter Sukartono mendapat panggilan dari seorang wanita yang mengaku dirinya sedang sakit keras. Wanita itu meminta Dokter Sukartono datang kehotel tempat dia menginap. Dokter Sukartono pun datang ke hotel tersebut. Setibanya dihotel, dia merasa terkejut sebab pasien yang memanggilnya adalah Yah atau Rohayah, wanita yang telah dikenalnya sejak kecil. Sewaktu masih bersekolah di Sekolah Rakyat, Yah adalah teman sekelasnya.
Pada saat itu Yah sudah menjadi janda. Dia korban kawin paksa. Karena tidak tahan hidup dengan suami pilihan orang tuanya, dia melarikan diri ke Jakarta dia terjun kedunia nista dan menjadi wanita panggilan. Yah sebenarnya secara diam-diam sudah lama mencintai Dokter Sukartono. Dia sering menghayalkan Dokter Suartono sebagai suaminya. Itulah sebabnya, dia mencari alamat Dokter Sukartono. Setelah menemukannya, dia menghubungi Dokter Sukartono dengan berpura-pura sakit.
Karena sangat merindukan Dokter Sukartono, pada saat itu juga, Yah menggodanya. Dia sangat mahr dalam hal merayu laki-laki karena pekerjaan itulah yang dilakukannya selama di Jakarta. Pada awalanya Dokter Sukartono tidak tergoda akan rayuannya, namun karena Yah sering meminta dia untuk mengobatinya, lama kelamaan Dokter Sukartono mulai tergoda akan rayuannya, namun karena Yah sering meminta dia untuk mengobatinya, lama-kelamaan Dokter Sukartono mulai tergoda. Yah dapat memberikan banyak kasih sayang yang sangat dibutuhkan oleh Dokter Sukartono yang selama ini tidak diperoleh dari istrinya.
Karena Dokter Sukartono tidak pernah merasakan ketentraman dan selalu bertengkar dengan istrinya, dia sering mengunjungi Yah. Dia mulai merasakan hotel tempat Yah menginap sebagai rumahnya yang kedua.
Lama-kelamaan hubungan Yah dengan Tono diketahui oleh Sumartini. Betapa panas hatinya ketika mengethui hubungan gelap suaminya dengan wanita bernama Yah. Dia ingin melabrak wanita tersebut. Secara diam-diam Sumartini pergi kehotel tempat Yah menginap. Dia berniat hendak memaki Yah sebab telah mengambil dan dan menggangu suaminya. Akan tetapi, setelah bertatap muka dengan Yah, perasaan dendamnya menjadi luluh. Kebencian dan nafsu amarahnya tiba-tiba lenyap. Yah yang sebelumnya dianggap sebagai wanita jalang, ternyata merupakan seorang wanita yang lembut dan ramah. Tini merasa malu pada Yah. Dia merasa bahwa selama ini dia bersalah pada suaminya. Dia tidak dapat berlaku seperti Yah yang sangat didambakan oleh suaminya.
Sepulang dari pertemuan dengan Yah, Tini mulai berintropeksi terhadap dirinya. Dia merasa malu dan bersalah kepada suaminya. Dia merasa dirinya belum pernah memberi kasih sayang yang tulus pada suaminya. Selama ini dia selalu kasar pada suaminya. Dia merasa telah gagal menjadi Istri. Akhirnya, dia mutuskan untuk berpisah dengan Suaminya.
Permintaan tersebut dengan berat hati dipenuhi oleh Dokter Sukartono. Bagaimanapun, dia tidak mengharapkan terjadinya perceraian. Dokter Sukartono meminta maaf pada istrinya dan berjanji untuk mengubah sikapnya. Namun, keputusan istrinya sudah bulat. Dokter Sukartono tak mampu menahannya. Akhirnya mereka bercerai.
Betapa sedih hati Dokter Sukartono akibat perceraian tersebut. Hatinya bertambah sedih saat Yah juga pergi. Yah hanya meninggalkan sepucuk surat yang mengabarkan jika dia mencintai Dokter Sukartono. Dia akan meninggalkan tanah air selama-lamanya dan pergi ke Calidonia.
Dokter Sukartono merasa sedih dalam kesendiriannya. Sumartini telah pergi ke Surabaya. Dia mengabdi pada sebuah panti asuhan yatim piatu, sedangkan Yah pergi ke negeri Calidonia.

1 komentar:

Hey!! Feel free to comment(: